Kabupaten Pati – PT. Wadja Karya Dunia (WKD) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produk steel fenestration technology dan tengah berkembang pesat. Sebagai perusahaan multinasional, WKD memiliki visi misi untuk turut mendorong perekonomian lokal menuju global. Untuk mendukung hal tersebut , WKD berkolaborasi dengan PT. Klana Obsesi Indonesia dalam peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program HI Assistance.
“Program HI Assistance merupakan program yang dirancang khusus untuk peningkatan kualitas divisi HR (Human Resources), mulai dari posisi staf, supervisor, hingga manager. Harapannya dengan program ini, divisi HR dari PT. WKD secara kompetensi dapat meningkat dan menyesuaikan dengan kecepatan perkembangan perusahaan yang semakin pesat. Dari perusahaan lokal menuju perusahaan global, khususnya di bidang industri pintu baja,” papar Direktur PT. Klana Obsesi Indonesia, Coach Wahyu Hidayat.
Sebelum melaksanakan program tersebut, pihaknya juga bahkan mengadakan HRD Diagnostic terlebih dahulu, untuk mengetahui kondisi divisi HRD saat itu. Diagnosa ini juga diharapkan bisa mengukur kecepatan pertumbuhan karyawan perusahaan, sehingga bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya

Tujuan dari pelaksanaan program HI Assistance adalah agar tim HR perusahaan, secara kompetensi, level HR nya bisa meningkat baik dan mampu menyesuaikan dengan kecepatan perkembangan perusahaan. Dimana, WKD saat ini memiliki visi dan misi dari perusahaan multinasional menjadi global, khususnya di bidang industri baja. Diakui Wahyu, untuk berkembang dari perusahaan multinasional menjadi perusahaan berskala global, dibutuhkan berbagai kompetensi dan kapasitas yang besar pula, khususnya mengenai SDM. Hal ini mendorong peningkatan kualitas karyawan, khususnya dalam hal Character, Competence, Confidence. Commitment, dan Creativity menjadi sangat diperhatikan.
Ia memaparkan, untuk memastikan kesiapan ini, WKD melakukan persiapan yang matang dan terurut, diawali dengan HR Diagnostic. Tujuannya adalah untuk mengukur kondisi state saat ini (kondisi awal) sebelum menuju tujuan yang diharapkan. Tahapan ini penting sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kecepatan (pace) tim, sekaligus sebagai pemanasan. Setelah beberapa tahapan awal dilalui, proses dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
HR Diagnostic ini berfungsi untuk memastikan kondisi saat ini siap mengikuti “trek perlombaan” dan menjadi pemain global, mengingat tantangan transisi dari level lokal ke global cukup besar. Setelah diagnostik, langkah selanjutnya adalah menyelaraskan visi, misi, dan value perusahaan agar perusahaan tetap fit dan dapat tumbuh secara berkelanjutan (sustainable) sesuai dengan fase bisnisnya

“Tantangan utama perusahaan dalam bertransformasi dari lokal ke global adalah pada tata kelola tim dan personal leadership. Peningkatan kompetensi akan dilakukan secara otomatis dan berbanding lurus dengan peningkatan leadership. Semakin tinggi level leadership yang dimiliki, maka semakin tinggi pula kebutuhan untuk peningkatan kompetensi yang akan diatasi,” ucap Coach Wahyu.
Program HI Assistance di WKD telah berlangsung selama satu tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan experience-based learning yang mengadopsi teori 70-20-10 (70% pengalaman, 20% coaching, 10% teori) dan project-based learning. Program ini sudah berjalan sejak Februari hingga Agustus dan saat ini telah memasuki batch ke-7.